Perjalanan Menuju Kesuksesan Model Muda Berbakat Sasa Atilah

TrendNews – Sasa Atilah, atau yang akrab disapa Sasa, adalah seorang model foto, model catwalk, dan model makeup asal Pontianak.

Gadis berusia 21 tahun ini adalah mahasiswi semester 6 jurusan Administrasi Bisnis Prodi D4 Administrasi Bisnis Otomotif di Politeknik Negeri Pontianak.

Sasa mengaku merasa nyaman dengan profesi yang ditekuninya saat ini.

Sasa memiliki berbagai prestasi di dunia modeling, khususnya di Pontianak.

Beberapa pencapaiannya antara lain Juara 1 Fashion Show Dies Natalis Politeknik Negeri Pontianak, Juara Favorit Sosial Media Top Model Kalimantan Barat AJS FEST, dan Juara 1 Parade Nusantara Dies Natalis Politeknik Negeri Pontianak.

Tidak hanya itu, Sasa selalu meraih juara 1 di setiap event catwalk di kampusnya setiap tahunnya.

Berparas cantik dengan bentuk tubuh yang ideal, Sasa kini lebih banyak menerima tawaran sebagai model dari Makeup Artist (MUA) yang berkompetisi atau untuk portofolio usaha mereka.

“Saya menjadi model makeup berawal dari sanggar. Saat lomba, saya selalu dimakeup, dan kata mak sanggar, muka saya berubah-rubah setiap kali dimakeup. Jadi saya diajak salah satu MUA Pontianak untuk berpartisipasi dalam lombanya sebagai muse (model MUA), dan sekarang jadi keterusan,” ujarnya kepada Trendnews, Rabu (10/7).

Sasa telah menjadi muse MUA sejak tahun 2018.

Pada awalnya, ia tidak memasang tarif untuk profesinya ini.

Namun, setelah sering berpartisipasi, kini ia memiliki daftar harga bagi mereka yang ingin menggunakan jasanya.

Selain aktif sebagai model, Sasa pernah menjadi Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Modelling dan Photography di kampusnya.

Berbekal pengalaman dan ilmu di dunia modeling, Sasa kini memiliki sanggar sendiri bernama Queen Production, dengan belasan murid aktif yang siap tampil di setiap even.

Sasa bercerita bahwa saat kecil ia adalah sosok gadis tomboy yang sering bermain kejar-kejaran, memanjat pohon, dan tidak pernah menangis meski terluka.

Baca Juga  Menguak Kisah Menarik Uang Indonesia di Museum Bank Indonesia

“Rambut saya selalu dipotong pendek waktu itu,” kenangnya.

Menjelang kelas 6 SD, orang tuanya memasukkannya ke sanggar model.

“Diarahkan untuk masuk ke model biar jadi perempuan tolen keknya,” ujarnya sambil tertawa.

Setelah sempat berhenti, Sasa kembali menekuni dunia modeling pada kelas 2 SMP, sering mengikuti lomba-lomba dan meraih juara.

Puncaknya, ia dibawa oleh sanggarnya untuk casting dan shooting sinetron di Jakarta, bahkan sempat menjadi extras untuk sinetron yang disiarkan oleh RCTI.

Tawaran berlanjut saat ia lolos untuk membintangi sebuah film, namun tawaran tersebut terpaksa ditolak karena bentrok dengan persiapan masuk SMA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *