Mengapa 1302 LS Super Beetle Tetap Menjadi Ikon Global

TrendNews – Volkswagen Beetle, atau yang akrab disebut VW Kodok, memang telah berhenti diproduksi, namun daya tariknya sebagai ikon otomotif global tetap tak terbantahkan.

Di Indonesia, mobil ini memiliki basis penggemar yang kuat.

Salah satu varian yang paling dicari oleh kolektor adalah VW Beetle seri 1302 LS, yang sering dijuluki sebagai Super Beetle.

Meskipun secara umum mirip dengan model Beetle lainnya, seri ini memiliki beberapa perbedaan signifikan yang membuatnya istimewa.

Pertama-tama, Super Beetle (1302 LS) menampilkan fender depan yang lebih menonjol, memberikan kesan estetis yang unik dan lebih berdimensi dibandingkan dengan Beetle konvensional.

Suspensi depannya menggunakan MacPherson Strut dan cakram rem, menjadikannya lebih canggih dibandingkan versi sebelumnya yang masih mengandalkan drum brake.

Mesinnya juga menjadi pembeda utama; Super Beetle dilengkapi dengan mesin berkapasitas 1.600 cc, menghadirkan performa yang lebih tangguh dibandingkan dengan mesin 1.200 cc atau 1.300 cc yang umumnya ditemui pada Beetle konvensional.

Perbedaan lainnya terletak pada desain aksesori, dengan Super Beetle sering kali mengusung aksen krom yang lebih mencolok pada bumper depan, belakang, dan lis-lis vertikal di kap mesinnya.

Meskipun produksinya telah berakhir, antusiasme terhadap VW Beetle seri 1302 LS tetap tinggi di kalangan penggemar mobil klasik dan kolektor di seluruh dunia.

Keunikan desainnya dan performa yang handal membuatnya tetap menjadi salah satu ikon yang diingat dalam sejarah otomotif global.

Baca Juga  Honda ADV 160 2025 dengan Desain Baru yang Ramping dan Performa Bertenaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *